This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 April 2016

Jadwal pendaftaran UM-PTKIN, Lengkap Dengan jadwal Pelaksanaan Ujianya.







Hai,,!! adek-adek yang baru selesai Ujian Nasional (UN) smoga lulus dan mendapat nilai yang memuaskan amin,,,ya rabballalamin..!
 Ddisini saya menginformasikan JADWAL PENDAFTARAN UM-PTKIN, LENGKAP DENGAN JADWAL PELAKSANAAN UJIANYA. 


        Berdasrkan UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelola Perguruan Tinggi ditetapkn bahwa pola penerimaan mahasiswa baru pada Universitas Islam Negeri (UIN) / Institut Agama Islam Negri (IAIN) / Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)  di Indonesia dilakukan secara Nasional dan bentuk lain . UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Keagamaan Islam Negeri) merupakan proses seleksi masuk UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia melalui ujian tertulis  yang dilaksanakan secara bersama di bawah koordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik. 

     Adapun jadwal dan syarat pendaftarnnya  sebagai berikut :


Persyaratan Siswa
  •       Lulus tahun 2014, 2015 dan 2016 dari Satuan Pendidikan MA / MAK / SMA / SMK / Pesantren Muadalah atau yang setara dan memiliki izin dari Kementerian Agama RI. Lulusan tahun 2014 dan 2015 harus sudah memiliki ijazah. Lulusan tahun 2016 harus mempunyai Surat Keterangan Lulus dari Kepala Madrasah/Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru yang bersangkutan dan ditandai cap madrasah/sekolah.
  •        Ijazah Asli / legalisir atau Surat Keterangan Lulus akan divalidasi sebelum pelaksanaan ujian.
  •        Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di PTKIN.
        Jadwal Pelaksanaan ujian
         Pendaftaran  :
1 Mei - 3 Juni 2016
          Ujian            :
14 - 15 Juni 2016
          Pengumuman

:18 Juli 2016

       Biaya Pendaftaran
       Biaya pendaftaran yang ditanggung peserta sebesar Rp. 150.000 ( Seratus Lima Puluh Ribu                Rupiah )
       Alur Pendaftaran
  •       Peserta membayar biaya pendaftaran di Bank BNI dan mendapat bukti pembayaran yang berisi UserID dan Password. Biaya seleksi yang sudah dibayar tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.
  •       Mendaftar secara online dengan mengisi biodata serta wajib upload pasfoto peserta hingga cetak Kartu Tanda Peserta di laman http://www.um-ptkin.ac.id.
  •       Mengikuti ujian masuk di lokasi PTKIN yang telah dipilih.
 Smoga bermanfaat dan jagan lupa share ke teman-teman atau adek-adek kita yang membutuhkan,,!


Jumat, 22 April 2016

Penolakkan Bukan Akhir Dari Segalanya.








Hay guys apa kabar semua,,? smoga baik-baik saja dan slalu dalam lindungan Allah SWT. aminn..
baik disi saya akan membahas bahwa penolakkan bukanlah ahir dari segalanya ayo kita telusuri.

Dalam menjalani hidup ini tentu banyak  masalah yang kita hadapi bahkan hampir selalu dalam menyelesaikan masalah salah satunya masalah adalah apabila kita menapat penolokan, dalam romantika kehidupan seperti penolokan cinta, atau penolokan lamaran pekerjaan, dan satu lagi ini bagi mahasiswa intelektual penolokan ide-ide membuat kita kesal tapi jagan khawatir apalagi putus asa yakinlah bahwa penolakan itu bukanlah ahir segalannya karna penolakan adalah awal kesuksesaan coba kita simak cerita orang-orang besar yang dulunya ditolak beberapa kali dan kemudian sukses..! 

"Sebuah penolakan adalah tidak lebih
dari sebuah langkah  yang diperlukan
dalam meraih sukses" - Bo Bennet

Buat teman-teman yang setia dan teguh
hatinya,
Jika Anda sedang menghadapi
penolakan:  lamaran pekerjaan yang
ditolak, cinta yang ditolak, ide yang
ditolak, bacalah dulu kisah singkat
orang-orang di bawah ini. Orang-orang
ini membuktikan, penolakan hanyalah
bagian dari sebuah perjalanan
kesuksesan:
·    Ide mesin fotokopi Xerox pernah
   ditolak oleh 20 perusahaan. Baru
   setelah 7 tahun penolakan itu, mesin
   fotokopi ini bisa diterima.
·    Alexander Graham Bell disuruh
   seorang bankir untuk menyingkirkan
  'mainan itu'. Sang bankir menolak
   membeli 'mainan itu' dengan alasan
   tidak membutuhkannya. 'Mainan itu'
   adalah telepon.
·    Sebanyak 33 penerbit telah menolak
   manuskrip Chicken Soup For The Soul.
   Para editornya percaya, kisah nyata
   pendek yang disusun oleh Jack
   Canfield dan Mark Victor Hansen ini
   tidak menjual. Kini, buku tersebut
   telah terjual lebih dari 100 juta
   kopi di seluruh dunia dan diterbitkan
   dalam 54 bahasa.
·    Sebuah organisasi yang terdiri dari
   para ahli mengatakan usaha Thomas
   Alfa Edison dalam menciptakan lampu
   listrik sebagai praktik ilmu
   pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada
   gunanya mendapatkan perhatian.   
·    Ide cerita Star Wars karya George
   Lucas pernah ditolak oleh
   studio-studio film ternama Hollywood
   dan setiap jaringan televisi Amerika
   Serikat. Tetapi kini film tersebut
   tercatat sebagai salah satu film
   terlaris sepanjang masa dengan
   perolehan total sebesar $4.45 miliar.
   Belum lagi penghasilan dari penjualan
   merchandise-nya.
Teman- temanku yang teguh hatinya,
penolakan bukanlah akhir segalanya.
Teruslah melangkah dan berjuang
dengan keyakinan. 

#Anne Ahira



Rabu, 20 April 2016

Tanggal Penting SBMPTN 2016


Tanggal  Penting SBMPTN 2016

         hay,,adik-adik  yang baru menyelesaikan Ujian Nasional smoga lulus degan nilai yang memuaskan, dan bagi kamu yang igin melajukan ke perguruaan tinggi jagan sampai tidak tau,, ea, ni tanggal penting pelaksanaan ujian nasional. yang perlu kamu ingat atau bagi kamu yg membaca mungkin ada saudara anda kasih taulah infonya bagi mereka yang membutuhkan..! langsung aja kita lihat tanggal pentingnya di bawah ini :


adapun tanggal yang perlu anda ketahui yaitu:


1. Video Tata Cara Pendaftaran Online SBMPTN dapat diunduh mulai tanggal 18 April 2016 pukul 08.00 WIB 

2. Pendaftaran Online SBMPTN (PBT dan CBT) dibuka mulai tanggal 25 April 2016 pukul 08.00 WIB sampai dengan tanggal 20 Mei pukul 22.00 WIB. 

3. Ujian tertulis (PBT dan CBT) dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2016. 

4. Ujian Keterampilan (bagi peserta yang memilih program studi tertentu) dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2016 dan/atau 2 Juni 2016.
  1. 5. Pengumuman hasil seleksi SBMPTN dapat diakses melalui laman sbmptn.ac.id mulai tanggal 28 Juni 2016 pukul 17.00 WIB.

Selasa, 19 April 2016

Hidup Ini Tidak Hanya Untuk Bertahan Hidup.

Lporan kimia analitik 1








Laporan Pratikum

KIMIA ANALITIK 1
OLEH: AGUSTIADI
NIM: 291325003
ASISTEN MEJA: NURMILASARI



LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
2015
1.      Latar belakang
1.1.Analisa kation (logam)
   
   Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya adalah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur. Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel. Prosedur yang biasa digunakan untuk menguji suatu zat yang tidak diketahui, pertama kali adalah membuat sampel (contoh) yang dianalisis dalam bentuk cairan (larutan). Selanjutnya terhadap larutan yang dihasilkan dilakukan uji ion-ion yang mungkin ada. Kesulitan yang lebih besar dijumpai pada saat mengidentifikasi berbagai konsentrasi dalam suatu campuran untuk ion, biasanya dilakukan pemisahan ion terlebih dahulu melalui proses pengendapan, selanjutnya dilakukan pelarutan kembali endapan tersebut. Kemudian diadakan uji-uji spesifik untuk ion-ion yang akan diidentifikasi. Uji spesifik dilakukan dengan menambahkan reagen (pereaksi) tertentu yang akan memberikan larutan atau endapan berwarna yang merupakan karakteristik (khas) untuk ion-ion tertentu  (Underwood, 1992).

                  Menurut Keenan, (1999) analisa kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.

Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu diantaranya:
1. Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg. Dalam suasana asam, klorida dan kation dari golongan lain larut. Penggunaan asam klorida berlebih untuk pengendapkan kation golongan I memiliki dua keuntungan yaitu memperoleh endapan klorida semaksimal mungkin dan menghindari terbenuknya endapan BIOCI dan SbOCI. Kelebihan asam klorida yang terlalu banyak dapat menyebabkan AgCl dan PbCl 2 larut kembali dalam bentuk kompleks sedangkan klorida raksa (I), Hg, Cl2 , tetap stabil.
2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn. Kation golongan II dibagi dalam dua sub-golongan yaitu sub golongan tembaga dan sub golongan arsenik. Dasar dari pembagian ini adalah kelarutan endapan sulfida dalam ammonium polisulfida. Sementara sulfida dari sub golongan tembaga tidak larut dalam regensia ini, sulfida dari sub grup arsenik melarut dengan membentuk garam tio. Golongtan II sering disebut juga sebagai asam hidrogen sulfida atau glongan tembaga timah. Klorida, nitrat, dan sulfat sangat mudah larut dalam air. Sedangkan sulfida, hidroksida dan karbonatnya tak larut.
3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer (buffer ammonium-amonium klorida). Namun kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal. Kation golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn. Logam-logam diendapkan sebagai sulfida, kecuali aluminium dan kromium, yang diendapkan sebagai hidroksida, karena hidrolisis yang sempurna dari sulfida dalam larutan air.besi, almunium, dan mangan (sering disertai sedikit mangan) atau golongan IIIA juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amonia dengan adanya amonium klorida. Endapan hidroksida pada golongan ini bermacam-macam. Kation golongan IIIB diendapkan sebagai garam sulfidnya dengan mengalirkan gas H2S dalam larutan analit yang suasananya basa (dengan larutan buffer NH4Cl dan NH4OH).
4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini adalah Ba, Ca, Sr.
5. Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+Untuk menentukan adanya kation NH4+ harus diambil dari larutan analit mula-mula. Untuk kotion-kation Ca2+, Ba2+, Sr2+, Na+, dan K+. Identifikasi dapat dilakukan dengan uji nyala (Harjadi, 1990).

1.2. Kation golongan II
Dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa mengkonsumsi makanan sebagai pemenuhan kebutuhan fisik. Sayur, buah dan lainnya yang kita makan, akan masuk ke sistem-sistem yang ada dalam tubuh kita dalam bentuk ion-ion. Ion-ion tersebut berupa ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Dan ion-ion ini  tertentu seperti Hg2+ dapat merusak sistem organ dalam tubuh kita apabila suatu makanan yang mengandung logam tersebut di ambang batas. Maka dari itu analisis kation logam ini sangat penting kita ketahui. Degan kita mengetahui cara analisis kation logam yang berbahaya ini, dapat kita hindari.






1.3.  Penelitian terdahulu tentang kation
Penelitian tentang kation logam Hg dalam krim pemutih herbal dilakukan oleh Fitriani dkk (2013) dengan metode kualitatif dan metode kuantitatif hasil penelitiannya sebagai berikut :
1.      Hasil pemeriksaan kualitatif Hg dari krim pemutih kosmetika herbal positif mengandung Hg.
2.      Dari hasil pengukuran absorban deretan larutan standar Hg untuk pembuatan kurva kalibrasi dengan lampu katoda Hg dari konsentrasi 4 ng/mL – 20 ng/mL akan terlihat peningkatan dengan meningkatnya konsentrasi larutan.
Tabel I. Hasil pengukuran serapan beberapa konsentrasi larutan standar Hg pada panjang gelombang 253,7 nm
                 
Gambar 1. Kurva kalibrasi antara serapan dengan beberapa konsentrasi standar Hg.
3.      Dari hasil perhitungan didapatkan persamaan regresi Y = 0,09714 + 0,02328 x.
                         
Tabel II. Hasil perhitungan koefisien kolerasi dan koefisien regresi dari kurva kalibrasi


4.      Uji batas deteksi dan batas kuantitasi  Dari hasil pengujian diperoleh limit deteksi Hg 4,7055 ng/mL dan limit kuantitasi Hg 15,6786 ng/mL.
5.      Pengujian akurasi dan presisi dengan persen perolehan kembali. Larutan standar Hg dengan konsentrasi 12 ng/mL yang ditambahkan larutan sampel memberikan nilai akurasi 98,23 % dan nilai presisi dari larutan standar Hg dengan konsentrasi 12 ng/mL (KV) 2,3513 %
6.      Hasil penelitian kuantitatif Hg dalam sampel krim pemutih kosmetika herbal dengan menggunakan spektrofotometri serapan atom didapatkan kadar sampel 1 sebesar 0,56 %, sampel 2 sebesar 0,28 % dan sampel 3 sebesar 0,45 %.

Penelitian tentang analisis logam beraat Pb juga dilakukan oleh Mulyani Nur Atikah dkk (2012) dalam daun CAISIN (Brassica juncea L.) dengan metode kuantitatif yang hasil penelitiannya sebagai berikut:
1.      Tabel 1.menunjukkan Kandungan logam Pb dalam daun caisin.
Tabel di atas menunjukkan bahwa kadar rata-rata logam Pb pada lokasi ramai lalu lintas kendaraan bermotor lebih tinggi dibanding kadar rata-rata logam Pb pada lokasi sepi lalu lintas kendaraan bermotor. Kadar logam yang berbeda tersebut terutama disebabkan karena perbedaan jumlah kendaraan bermotor yang melewati lokasi penanaman ramai maupun sepi lalu lintas kendaraan bermotor.

2.      Terdapat logam Pb dalam caisin yang ditanam di lokasi ramai dan sepi lalu lintas kendaraan bermoto. Kadar rata-rata logam Pb di lokasi ramai lalu lintas adalah 4,88 ppm dan kadar ratarata Pb di lokasi sepi lalu lintas adalah 4,79 ppm. Dari nilai t hitung tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil validasi metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan harga Standar Deviasi (SD) sebesar 2,93x10-4, Relative Standard. Deviasi (RSD) sebesar 2,74%. Nilai persen perolehan kembali (recovery) rata-rata pada uji akurasi metode sebesar 96,24% sedangkan uji linearitas didapat harga koefisien korelasi sebesar 0,9952 lebih besar dari r tabel. Harga batas deteksi dan batas kuantitasinya sebesar 0,33 ppm dan 1,11 ppm.




Selain itu  I Putu Meda Parmiko dkk (2014) juga  melakakukan penelitian tentang analisis kation logam Cu dan Zn dalam tanah dan pupuk serta bioavailabilitasnya dalam tanah pertanian di daerah Bedugul adapun hasil penelitianya mereka sebagai berikut:
1.      Hasil penelitian tentang kandungan rata-rata total logam Cu dan Zn pada setiap tanah yang ditanami tomat, kol, dan wortel disajikan pada Gambar 1.




2.      Tabel 2. Menunjukkan kandungan logam Cu dan Zn pada pupuk.



3.      Tabel 3. Menunjukkan presentase Bioavailabilitas logam Cu pada tanah.

2.      Tujuan percobaan
Adapun tujuan percobaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi :
1.      Kation Merkuri (Hg2+)
2.      Kation Timbal (Pb2+)
3.      Kation Kupri (Cu2+)
4.      Kation Mangan (Mn2+)
5.      Kation Nikel (Ni2+)
6.      Kation Kobalt (Co2+)
7.      Kation Kalsium (Ca2+)
8.      Kation Barium (Ba2+)
9.      Kation Mangnesium (Mn2+)






3.      Tinjauan Pustaka
3.1  Kation merkuri (Hg2+)
Merkuri (Hg) adalah logam berat berbentuk cair, berwarna putih perak, serta mudah menguap pada suhu ruangan. Merkuri (Hg) dapat larut dalam asam sulfat atau asam nitrit, tetapi tahan terhadap basa. Hg memiliki titik didih 356,6ºC. Hg mudah membentuk alloy amalgama dengan logam lainnya, seperti emas (Au), perak (Ag), platinum (Pt), dan tin (Sn). Garam merkuri yang penting antara lain HgC12 yang bersifat sangat toksik. Hg2C12 digunakan dalam bidang kesehatan, Hg(ONC)2 digunakan sebagai bahan detonator yang eksplosif, sedangkan HgS digunakan pigmen cat berwarna merah terang dan bahan antiseptik (Widowati et al, 2008).
Senyawa merkuri bersifat korosif sehingga dapat menyebabkan dermatitis, dan dapat terakumulasi dalam darah sehingga menyebabkan keracunan sistemik. Pemakaian krim pemutih mengandung merkuri secara terus menerus dalam jangka panjang mengakibatkan kerusakan ginjal, kanker kulit, dan otak (Palar, 2004). Bahan-bahan ini telah dilarang penggunaannya pada PerMenKes RI No.376 /MenKes / Per / VIII /1990 dan PerMenKes RI No.445/MenKes/PER/V/1998 (Anonim 1998).
                              Dari penelitian yang dilakukan oleh : Fithriani Armin dkk pada tanggal 18 Januari tahun  2013 pada krim pemutih kosmetika herbal di kota Padang positif mengandung Hg atau kation Hg.

3.2. Kation Timbal  (Pb2+)
      Timbal adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna coklat kehitaman,  serta mudah dimurnikan dari pertambangan bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan timbal ini adalah sering menyebabkan keracunan (Darmono,2001).
Menurut Fardiaz (1992), sumber pencemaran udara yang utama adalah berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung zat pencemar.
Timbal atau Tetra Etil Lead (TEL) yang banyak pada bahan bakar terutama. bensin, diketahui bisa menjadi racun yang merusak sistem pernapasan, sistem saraf, serta meracuni darah.Penggunaan timbal (Pb) dalam bahan bakar semula  adalah untuk meningkatkan bilangan oktan bahan bakar (Santi, 2001).
Hasil pembakaran dari bahan tambahan (aditive) timbal (Pb) pada bahan bakar kendaraan bermotor menghasilkan emisi timbal (Pb) yang bercampur dengan bahan bakar tersebutakan bercampur dengan oli dan melalui proses di dalam mesin, logam berat timbal (Pb) akan keluar dari knalpot bersama dengan gas buang lainnya
(Sudarmaji, dkk., 2006).
Salah satu tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat adalah daun
caisin (Brassica juncea L.). Sebagai sayuran, caisin atau dikenal dengan sawi hijau mengandung berbagai khasiat bagi kesehatan. Kandungan yang terdapat pada caisin adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B dan Vitamin C. Caisin sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan
memperlancar pencernaan (Margiyanto, 2007).
                        Oleh karna itu pada penelitian ini akan dilakukan penetapan kadar timbal (Pb) dalam dauncaisin (Brassica juncea L.) yang ditanam di lokasi ramai lalu lintas kendaraan bermotor (Pratin, Karang Reja, Purbalingga) dan lokasi sepi lalu lintaskendaraan bermotor (Gombong, Belik, Pemalang). Kadar timbal (Pb) dalam tanaman dapat ditetapkan dengan menggunakan metode analisis Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Yang dilakukan oleh Mulyani Nur Atikah, dkk pada tanggal 02 Agustus 2012, pada dua lokasi yang berbeda yaitu lokasi ramai (Pratin, Karang Reja, Purbalingga) dan lokasi sepi (Gombong, Belik, Pemalang).
3.3.  Tembaga (Cu2+)
Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu, berasal dari bahasa Latin Cuprum dan nomor atom 29. Bernomor massa 63,54, merupakan unsur logam, dengan warna kemerahan. Tembaga merupakan konduktor  panas dan listrik yang baik. Selain itu unsur ini memiliki korosi yang cepat sekali. Tembaga murni sifatnya halus dan lunak, dengan permukaan berwarna jingga kemerahan.
            Dalam jumlah kecil tembaga ditemukan pada beberapa jenis tanaman, bulu-bulu burung terutama yang berbulu terang dan dalam darah binatang-binatang laut seperti udang dan kerang. Tembaga kadang-kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Deposit bijih tembaga yang banyak ditemukan di AS, Chile, Zambia, Zaire, Peru, dan Kanada. Bijih-bijih tembaga yang penting adalah sulfida, oxida-oxidanya, dan karbonat. Dari mereka, tembaga diambil dengan cara smelting, leaching, dan elektrolisis.
3.4. Kation mangan (Mn2+)                                                                                                           Mangan adalah suatu unsur kimia yang mempunyai nomor atom 25 dan memiliki symbol Mn. Mangan ditemukan oleh Johann Gahn pada tahun 1774 di Swedia. Logam mangan berwarna putih keabu-abuan. Mangan termasuk logam berat dan sangat rapuh tetapi mudah teroksidasi. Logam dan ion mangan bersifat paramagnetic. Hal ini dapat dilihat dari obital d yang terisi penuh pada konfigurasi electron. Mangan mempunyai isotop stabil yaitu 55Mn. Adapun berdasarkan kandungan logam berat dari pewarna batik dan membuktikan sendiri melalui penelitian. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan logam berat dalam limbah batik adalah Analisis Pengaktifan Neutron (APN). Metode APN merupakan suatu metode analisis yang memanfaatkan prinsip reaksi pengaktifan inti suatu unsur dengan neutron, yang akan memancarkan radiasi -γ dengan energi spesifik yang mencirikan unsur tersebut, sedangkan radioaktivitas yang dipancarkan dari reaksi pengaktifan unsur tersebut akan sebanding dengan kandungan unsur yang dianalisis(Susetyo,1988).

3.5. Kation nikel (Ni2+)                                                                                                                 Nikel adalah elemen pertama pada kolom kesepuluh dari tabel periodik. Nikel diklasifikasikan sebagai logam transisi. Atom nikel memiliki 28 elektron dan 28 proton dengan 30 neutron dalam isotop yang paling melimpah. Ditemukan oleh: Axel Cronstedt pada 1751. Dalam kondisi standar nikel adalah logam berwarna putih keperakan yang cukup keras, tapi mudah dibentuk. Nikel adalah salah satu dari beberapa elemen yang magnetik pada suhu kamar. Nikel bisa dipoles untuk mengkilap dan tahan korosi. Ini juga merupakan konduktor listrik dan panas yang layak. Nikel adalah salah satu elemen inti bumi yang diperkirakan sebagian besar terbuat dari campuran nikel dan besi. Nikel juga ditemukan dalam kerak bumi dimana merupakan unsur ke dua puluh dua yang paling berlimpah. Nikel mendapatkan namanya dari jerman, kata “kupernickel” yang berarti tembaga setan” penambang jerman memberi nama bijih yang mengandung nikel, karena mereka berpikir bijih tersebut mengandung tembaga, mereka tidak dapat mengekstrak tembaga dari bijih tersebut. Mereka menyalahkan iblis tidak bisa mengekstrak bijih ini.
3.6. kobalt (Co2+)                                                                                                                          Kobalt adalah elemen pertama dalam kolom kesembilan tabel periodik.Kobalt diklasifikasikan sebagai logam transisi. Atom Kobalt memiliki 27 elektron dan 27 proton dengan 32 neutron dalam isotop yang paling melimpah. Ditemukan oleh: George Brandt pada tahun 1735 Dalam kondisi standar kobalt adalah keras, logam rapuh dengan warna putih kebiruan. Ini adalah salah satu dari beberapa elemen yang secara alami magnetik.Kobalt dapat dengan mudah menjadi magnet dan mempertahankan magnet pada suhu tinggi. Kobalt ditemukan sebagai elemen bebas, tetapi ditemukan dalam mineral dan dalam kerak bumi. Mayoritas kobalt di tambang di afrika dan merupakan produk sampingan dari pertambangan logam lainnya termasuk nikel, tembaga, perak,timah dan besi. Sebagian besar kobalt ditambang digunakan dalam  super alloy yang sangat tahan terhadap korosi dan stabil pada suhu tinggi. Kobalt mendapat namanya dari kata jerman yaitu “Kobalt” yang berarti “globin (jin)” penambang bijih kobalt memberi nama ini karena mereka takhayul tentang pertambangan bijih.
3.7. Kation kalsium   (Ca2+)                                                                                                          Kalsium adalah unsur ketiga pada kolom kedua dari tabel periodik. Kalsium diklasifikasikan sebagai logam alkali tanah. Atom kalsium memiliki 20 elektron dan 20 proton. Dan ada 2 elektron valensi di kulit terluar. Kalsium merupakan elemen penting bagi kehidupan di Bumi dan merupakan unsur kelima yang paling melimpah di bumi. Kalium jarang ditemukan dalam bentuk unsur, tetapi mudah ditemukan diseluruh bumi sebagian besar dalam bentuk batuan dan mineral seperti batu kapur (kalsium karbonat),dolomit (kalsium magnesium karbonat), dan gibsum(kalsium sulfat), ini adalah elemen kelima yang paling umum dalam kerak bumi. Ilmuan pertama menemukan dan mengisolasi unsur kalsium adalah ahli kimia inggri sir humpriy davy pada tahun 1808. Sir  humpriy davy memberi nama kalsium dari kata latin, yaitu “calx” yang disebut- sebut orang romawi adalah kapur.
3.9. Kation magnesium (Mg2+)                                                                                                     Magnesium adalah logam alkali tanah dan elemen kedua yang terletak di baris kedua dari tabel periodik. Ini adalah unsur kedelapan yang paling berlimpah di Bumi. Atom magnesium memiliki 12 elektron dan 12 proton Ada dua elektron valensi dikulit terluarnya Ditemukan oleh: Joseph Black ditahun 1755 Terisolasi oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1808.  Dalam kondisi standar magnesium merupakan logam ringan dengan warna putih keperakan. Bila terkena udara, magnesium akan memudar dan menjadi dilindungi oleh lapisan tipis oksida. Magnesium cukup berlimpah di bumi dalam senyawa dan ditemukan lebih dari 60 mineral yang berbeda dalam kerak bumi. Beberapa mineral yang paling penting termasuk dolomit, magnesit, bedak dan karnalik. Salah satu kegunaan utama logam magnesium dalam paduan logam. karna itu adalah baik kuat dan ringan. Hal ini sering dicampur dengan aluminium, seng, mangan, silikon dan tembaga untuk membuat paduan yang kuat dan ringan untuk digunakan sebagai suku cadang kendaraan bermotor, komponen pesawat dan rudal.




4.      Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pratikum ini adalah sebagai berikut:
4.1.  Alat
No
Nama alat
Ukuran
Gambar
1.
Tabung reaksi dan rak tabung reaksi
25 mL






2.
Pipet tetes


3.
Penjepit kayu



4.
Spritus/ bunsen




4.2. Bahan
No
Nama bahan
Ukuran
Gambar
1.
Hg(NO3)2
0,1 M
2.
 Larutan Pb(NO3)2
0,1 M


3.
CuSO4
0,1 M


5.
 MnSO4


0,1 M
6.

NiSO4
0,1 M
7.
CoCl
0,1 M
8.

Ba(NO3)2

0,1 M

9.
MgCl2
0,1 M
11.

HCl
0,1 M
12.
KI
0,1 M
13.
Na2CO3
0,1 M
14
KOH
0,1 M
15.
CaCl2
0,1 M
17.
NaOH
0,1 M
18.
(NH4 )2CO3
0,1 M
19.
K2CrO4
0,1 M

5.      Prosedur kerja dan pengamatan

No
Prosedur kerja
Pengamatan
Reaksi
Keterangan
1.
Digunakan larutan Hg2(NO3 )2 1 mL + larutan Alkali Karbonat, maka akan terjadi endapan putih dari merkuro karbonat. Endapan ini kemudian berubah menjadi abu-abu disebabkan oleh terbentuknya HgO dan Hg. Ditambahkan alkali hidroksida maka akan terjadi endapan hitam dari merkuro hidroksida.


2.
Digunakan larutan Pb(NO3)2 ditambahkan asam klorida atau garam klorida, akan terbentuk endapan putih timbal klorida, endapan ini sukar larut dalam air dingin, tetapi larut dalam air panas. Kemudian tambahkan larutan kalium iodida, maka akan terjadi endapan kuning timbal iodida. Dipanaskan diamati apa yang terjadi.
 


3.
Digunakan larutan CuSO4 ditambahkan larutan alkali hidroksida, maka akan terjadi endapan biru dari kupri hidroksida. Jika dipanasi maka endapan berubah menjadi hitam dari kupri oksida. Kemudian ditambahkan natrium karbonat, maka akan terjadi endapan Cu(CO3 )3
 


4.
 Uji Kation Mangan (Mn2+).
Dipakai larutan MnSO4 ditambahkan larutan KOH, maka akan terbentuk endapan putih Mn(OH)2, yang akan berubah menjadi warna coklat karena dipengaruhi oleh udara. Kemudia tambahkan larutan natrium karbonat, maka akan terjadi endapan putih MnCO3. Jika dipanasi oleh pengaruh udara akan menjadi MnO2.


5.
Uji kation  Nikel (Ni2+)
Didipakai larutan NiSO4           a.Ditambahkan larutan NaOH, maka akan terjadi endapan hijau dari nikel hidroksida.
b. Ditambahkan larutan ammonium karbonat, maka akan terjadi endapan hijau dari garam basa. Endapan larut dalam pereaksi berlebihan.


6.
Kobalt (Co2+)
Dipakai larutan CoCL2     a.Ditambahkan larutan NaOH dalam keadaan dingin, maka akan terbentuk endapan biru dari garam basa. Jika dipanasi, akan terbentuk kobalt hidroksida.                        b.  Ditambahkan larutan natrium karbonat, maka akan terjadi endapan merah dari garam basanya.




























7
.
Kalsiium (Ca2+)
Dipakai larutan natrium karbonat maka akan terjadi endapan merah dari garam basanya, kemudian ditambahkan amonium karbonat maka akan terjadi endapan CaCO3.


8.
Magnesium ( Mg2+)
Dipakai larutan MgCl2 ditambahkan larutan NaOH, maka akan terbentuk endapan putih dari magnesium hidroksida. Kmudian tambahkan larutan amonium kromat maka akan terbentuk endapan putih dari garam basa.


9.
Barrium (Ba2+)
Dipakai larutan Ba(NO3)2 di tambahkan larutan kalium kromat, maka akan terjadi endapan kuning dari barium kromat.
Kemudian ditambahkan larutan amonium kromat, maka akan terbentuk endapan putih dari garam basa.

















6.      Pembahasan
Pada percobaan ini kita akan menganalisis kation-kation logam dengan metode kualitatif dengan cara mereksikan senyawa yang mengandung kation logam dengam pereaksi-pereaksi tertentu percobaan pertama kita pakai larutan Hg2(NO3 )2 kemudian kita reaksikan dengan larutan alkali karbonat, maka alkan terjadi endapan putih dari merkuro, endapan tersebut menandakan adanya katio Hg dalam larutan tersebut, endapan ini kemudian berubah menjadi abu-abu disebabkan oleh terbentuknya  HgO dan Hg.
Pada percobaan kedua kita akan menganalisis kation tibal dalam suatu senyawa yaitu kita gunakan larutan Pb(NO3)2 kita reaksikan dengan larutan asam klorida (HCl)atau garam klorida maka akan terbentuk endapan putih timbal klorida (PbCl2), endapan ini sukar larut dalam air dingin tetapi larut dalam air panas. Selanjutnya kita reaksikan dengan kalium iodida (KI) maka akan terbentuk endapan kuning timbal iodida. Jika dipanasi akan terjadi letupan-letupan.
                              Pada percobaan ketiga kita akan menganalisis kation kupri (Cu2+) dalam suatu senyawa yaitu kita gunakan larutan CuSO4  kita reaksikan dengan alkali hidroksida, maka akan terjadi endapan biru dari Kupri Hidroksida, jika kita panasi maka endapan akan beribah menjadi hitam dari kupri hidroksida, selanjutnya kita reaksikan lagi dengan natrium karbonat maka akan terbentuk endapan Cu(CO3)3
                              Pada percobaan keempat kita akan menganalisis kation Mangan (Mn2+) dalam suatu senya yaitu kita gunakan MnSO4, kita reaksikan dengan larutan KOH, maka akan terbentuk endapan putih Mn(OH)2 , yang akan berubah menjadi warna coklat karena dipengaruni oleh udara, kemudian kita reaksikan lagi dengan larutan natrium karbonat, maka akan terbentuk larutan putih MnCO3. Jika dipanasi, oleh pengaruh udara akan menjadi MnO2.
                              Pada percobaan kelima kita akan menganalisis kation Nikel (Ni2+) dalam suatu senyawa yaitu kita gunakan larutan NiSO4 kita reaksikan dengan larutan NAOH ( natrium Hidroksida) maka akan terbentuk endapan hijau dari nikel hidroksida, kemudian kita reaksikan amonium karbonat maka akan terbentuk endapan hijau dari garam basa. Endapan larut dalam pereaksi berlebih.
                              Pada percobaan keenam kita akan menganalis kation kobalt (CO2+) dalam suatau senyawa yaitu kita gunakanlarutan CoCl2 kita reaksikan dengan larutan Natrium hidroksida (NaOH) dalam keadaan dingin, maka akan terbentuk endapan biru dari garam basa. Jika dipanasi, akan terbentuk kobalt hidroksida. Kemudian kita reaksiakan lagi dengan natrium karbonat maka akan terbentuk endapan merah dari garam basanya.
                              Pada percobaan ketujuh  kita akan menganalisis kation barium (Ba2+) dalam suatu senyawa kita akan gunakan laruta Ba(NO3)2 direaksikan dengan larutan kalium kromat, maka akan terbentuk endapan  kuning dari barium kromat. Kemudian ditambahkan larutan asam sulfat akan terbentuk endapan putih dari barium sulfat.
                              Pada percobaan terahir kita analisis kation Magnesium (Mg2+) pada larutan MgCl2 kita reaksikan  dengan larutan NaOH, maka akan terbentuk endapan putih dari magnesium hidroksida. Kemudian kita reaksikan dengan amonium karbonat maka terbentuk endapan putih dari garam basa.

           Percobaan diatas sesuai dengan ynag di kemukakan oleh keena (1999) bahwa ; . Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.




7.      Penutup
7.1 kesimpulan
a. Apabila larutan Hg2(NO3)2 direaksikan degan larutan alkali karbonat  maka merkuro karbonat akan mengendap menandakan adanya logam Hg/kation.
b. Apabila larutan Pb(NO3)2 direaksikan degan asam klorida atau garam klorida akan membentuk endapan menandakan adanya kation( Pb2+).
c. Apabila larutan  CuSO4 direaksikan dengan larutan alkali hidroksida maka akan terbentuk endapan biru menandakan adanya kation (Cu2+).
d. Apabila larutan MnSO4 direaksikan dengan Kalium hidroksida maka akan membentuk endapan putih menandakan adanya kation (Mn2+).
e. Apabila larutan NiSO4 direaksikan dengan natrium hidroksida maka akan terbentuk endapan hijau nari nikel hidroksida, menandakan adanya kation (Ni2+).
f. Apabila larutan CoCl2 direaksikan dengan larutan natrium hidroksida maka akan membentuk endapan biru dari garam basa. Jika dipanasi maka akan terbentuk kobalt hiroksida.
g. Apabila larutan CaCl2 direaksikan dengan amonium karbonat maka akan terbentuk endapan kalsium karbonat, menandakan adanya kation (Ca2+).
h. apabila larutan Ba(NO3)2 direaksikan dengan larutan kalium kromat maka akan terbentuk endapan kuning dari barium kromat. Endapan tersebut menandakan adanya kation (Ca2+)
h. Apabila larutan MgCl2 direaksikan dengan larutan natrium hidroksida maka akan terbentuk endapan putih magnesium hidroksida yang menandakan adanya kation (Mg2+).
7.2 Saran
                  Dalam pelaksanaan praktikum usahakan tabung reaksinya bersih dan pipet tetesnya dibedakan karna jika menggunakan satu pipet tetes akan mempengaruhi warna karna bereaksi dengan bahan yg menempel pada pipet tetes tersebut. Dan satu lagi harus mengambil photo dengan benar-benar teliti karna dapat membuat kita bingung waktu membuat laporan.



DAFTAR PUSTAKA
Day RA. Jr dan Al Underwood. 1992, Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta
Harjadi, W. 1990, Ilmu Kimia Analitik Dasar, PT Gramedia, Jakarta

Keenan, W. Kleinfelter. 1999, Kimia Untuk Universitas, Erlangga, Jakarta

Fitriani, dkk. 2013, identifikasi dan penetapan kadar merkuri (Hg) dalam krim pemutih kosmetika herbal, vol :18. No. 1 halaman 28-34

I Putu Meda Parmiko, dkk. 2014, Kandungan Logam Cu dan  Zn dalam tanah dan pupuk serta biovaliditasnya dalam tanah pertanian di daerah Bedugul. Vol :8. No:1
Mulyani Nur Atikah dkk, 2012. Analisa cemaran logam timbal (Pb) dalam daun caisin (brassica jujea L) ditanami di lokasi ramai  lalu lintas dan lalu lintas kendaraan bermotor sepi , vol. 9, No: 2